Kamis, 10 Februari 2011

Tentang Salafi

 
Ada yang bertanya kepada saya sebenarnya Salafi itu hewan apa ya ? dan apa hubungannya dg Jmaah kita ? untuk menjawab pertanyaan ini kita perlu melihat sejarah munculnya firqah2 di dalam Islam yang tentu pembahasannya sangat panjaaang…… sekali, tapi biar gak mumet ringkasnya begini

Setelah melewati suramnya pergolakan politik antara khalifah Ali vs pemberontak di bawah pimpinan Muawiyah bin Abu Sufyan yang kemudian mulailah muncul firqah yang pertama adalah Syiah, disusul dg Khawarij, kemudian muncul firqah2 lain bak cendawan di musim hujan; ada Jabariyah, Qadariah, Murjiah, Mu’tazilah dll.

Saat ini Umat Islam secara umum terpecah menjadi dua ada Ahlus Sunnah wal-Jamaah (Sunni) dan ada Syiah.

Syiah adalah golongan keagamaan yang didirikan atas dorongan hawa nafsu berupa dendam amarah dan kekecewaan atas tragedi yang pada waktu itu tidak henti2 menimpa keluarga Ali bin Abi Thalib radiallahu anhu yang notabene adalah Ahlul Bait (keluarga Rasulullah s.a.w) dari mulai peperangan melawan Aisyah (perang Jamal), disusul dg pemberontakan Muawiyah (perang Shiffin), kemudian terbunuhnya Kahlifah Ali (oleh orang Khawarij) dan puncaknya dibantainya Husein bin Ali cucu yg sangat disayangi Rasulullah s.a.w. serta penghinaan atas jenazahnya (kepalanya di penggal dan badannya dicincang2) oleh pasukan bayarannya Yazid bin Muawiyah.

Para pendukung fanatic Ali dan ahlul Bait berkolaborasi atau lebih tepatnya “ditunggangi” oleh orang2 Yahudi yang sakit hati atas terusirnya mereka dari Madinah dan orang2 Persia Iran yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa negrinya yg semula adalah negara Adidaya dg kekuatan ekonomi dan militer yg super power, di mana satu-satunya saingan Persia pada waktu itu hanyalah kerajaan Romawi, tiba2 seiring dg munculnya Islam kekuasan mereka menjadi sirna bahkan mereka menjadi pecundang, hal ini menimbulkan kebncian yg luar biasa di dada mereka terhadap agama Islam, untuk melampiaskan kebencian dan dendam terhadap Islam mereka mendompleng pada kelompok Syiah golongan yang di dadanya penuh api kebencian dan dendam yg terus berkobar2. sehingga tdk heran jika dari dulu hingga sekarang Syiah justru bermarkas di Iran.

Itulah sekelumit tentang Syiah, selanjutnya dari kelompok Ahlis Sunnah terbagi menjadi dua golongan, yaitu;

- Pertama; Manhaj Ulama’ Khalaf, sebagai golongan mayoritas adalah golongan yang dalam aqidah (tauhid) mereka bertaqlid kepada ajaran Abu Hasan al-Asy’ari dan Abu Manshur al-Maturidi dengan konsep tauhid Sifat 20, sedangkan dalam fiqih umumnya mrk bertaqlid kepada madzhab Syafii, juga ada yang menganut madzhab Hanafi, Maliki dan Hambali, manhaj khalaf ini yg di Indonesia kita jumpai diwakili oleh NU dan umumnya umat Islam di Nusantara yg dalam menjalankan ibadah sangat terkontaminasi dg praktek2 TBC (takhayul, bid’ah dan Curafat) plus syirik.

- Kedua; Manhaj Ulama Salaf atau disebut sbg golongan Salafi; dan secara garis besar golongan Salafi terbagi dua aliran ada aliran Saudi dan ada lairan Mesir, aliran Saudi terinspirasi oleh gerakan “tajdid” (Reformasi) yg dikobarkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab yg bekerjasama dg Ibnu Su’ud (pendiri kerajaan Saudi) sehingga Salafi Saudi mereka dijuluki Wahabi, ini yg kita jumpai pd gerombolan (liar) Salafi di Indonesia yg sekarang diikuti oleh Mr. M, selain itu juga dan kelompok2 teroris spt Laskar Jihadnya Ja’far Umar Thalib dan Jamaah Islamiyah / Anshaorut Tauhidnya Abu Bakar Baasyir.

Sedangkan aliran Mesir terinspirasi oleh tokoh2 pergerakan Mesir seperti Jamaludin al-Afgani, Rasyid Ridha dan Hasan Al-Banna (pendiri Ikhwanul Muslimin), golongan ini kita jumpai pada kelompok; Muhammadiyah, PERSIS, DDI, al-Irsyad, Hizbut Tahrir dan termasuk PKS, yang perjuangan mereka sangat bernuansa politik (terobsesi untuk mencapai kekuasaan duniawi).

Perbedaan pokok Salafi Mesir dg Salafi Saudi;
- Dalam masalah Madzhab; Salafi Mesir sepenuhnya tidak menisbatkan diri pada salah satu madzhab, sedangkan Salafi Saudi walaupun disebut Wahabi mereka sbnrnya terikat pada madzhab Hambali, hal ini diakui sendiri oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sbg tokoh sentrla Salafi Saudi.
- Dalam masalah pakaian; Salafi Mesir lebih moderat diantaranya mereka tidak memperbesar masalah jenggot bagi lelaki dan burdah bagi perempuan, sedangkan Salafi Saudi sangat membesar2kan / mewajibkannya, bahkan Salafi Mesir tdk terlalu menganggap serius tentang isbal (melebrehkan celana bagi lelaki)
- Dalam masalah Khilafah (keamiran) Salafi Saudi menganggap pemerintah di masing2 negara,adalah Imam (Amirul Mukminin), sedangkan Salafi Mesir bercita2 dan sangat terobsesi mewujudkan Kekhalifahan bagi seluruh Umat Islam (satu Imam untuk seluruh umat Islam di dunia).

Pertanyaannya lalu jamaah kita ini di golongkan kelompok yang mana ? jawabannya; jamaah kita tidak ikut satupun diantara firqoh-firqoh di atas, walaupun kalau mau ngaku manhaj kita adalah manhaj Salaf, tdk berlebihan jika kita katakan bahwa kita adalah golongan yang disabdakan Rasulullah s.a.w : Tidak henti2nya thaifah (sekelompok) dari umatku senantiasa "manshurin"; ditolong (dlm riwayat lain "dzahirin"; menang) di atas haq, orang2 yg berusaha menghinakan mereka tidak akan mampu memudharatkan mereka sehingga datang perkara Allah. HR. Ibnu Majah

Walaupun Abah alm. belajar di Mekah namun beliau tidak fanatic / taqlid sepenuhnya kepada Ulama’ Salaafi Wahabi yg umumnya bertaqlid kepada madzhab Hambali,

Note: Bagi orang yg menganggap bahwa Ulama Saudi tdk terikat dg madzhab itu suatu anggapan yg sangat salah, sebab atas pengakuan syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan ulama’ Saudi yang resmi (contohnya para dosen Univ Islam Al-Madinah dan Ummul Qura Mekah) bahwa mereka bermadzhab Hanabilah (Hambali).

Abah juga tidak terinsiparasi oleh gerakan Salafi Mesir yg perjuangannya hanya dlm “urusan dunia”, perjuangan Abah semata2 terinspirasi oleh dalil-dalil shahih yg terdapat di dalam al-Qur’an dan al-Hadits bahwa; Islam harus murni berdasarkan QH dan dikerjakan berjamaah, prinsip Abah sangat simple, setelah kita mengaji QH; menjumpai larangan dijauhi sejauh2nya, menjumpai perintah ditaati sak pol kemampuan menjumpai cerita diyakini seyakin-yakinnya, taat surga tdk taat neraka. Dan membatasi dirinya sendiri serta semua para jamaah dari niat2 yg tdk karena Allah, spt; ingin mendirikan partai politik ataupun negara, yang pokok / terpenting di dalam QHJ ini adalah; mencari surga selamat dari neraka. Wasslam.[im]

0 komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini